Loading...
Minggu, 24 Februari 2013

Makna Tiga Tingkatan Ranah Dalam Susunan Candi Borobudur


Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu)Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.



Berikut Makna Tiga Tingkatan Ranah Dalam Susunan Candi Borobudur : 

Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat atau nafsu. Dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat atau nafsu dan bahkan dikuasai oleh hasrat dan kemauan atau nafsu. Dalam dunia ini digambarkan pada relief yang terdapat di kaki candi asli diman relief tersebut menggambarkan adegan dari kitab Karmawibangga yaitu naskah yang menggambarkan ajaran sebab akibat,serta perbuatan yang baik dan jahat. Deretan relief ini tidak tampak seluruhnya karena tertutup oleh dasar candi yang lebar. Hanya di sisi tenggara tampak relief yang terbuka bagi pengunjung.
Sama dengan dunia antara atau dunia rupa, bentuk, wujud. Dalam dunia ini manusia telah meninggalkan segala hasrat atau nafsu tetapi masih terikat pada nama dan rupa, wujud, bentuk. Bagian ini terdapat pada tingkat 1-5 yang berbentuk bujur sangkar.
Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa, wujud, bentuk. Pada tingkat ini manusia telah bebes sama sekali dan telah memutuskan untuk selama-lamanya segala ikatan pada dunia fana. Pada tingkatan ini tidak ada rupa. Bagian ini terdapat pada teras bundar I, II dan III beserta stupa induknya.
1)      lebar dasar : 123 m (lebar dan panjang sama panjang, karena berbentuk bujur sangkar);
2)      tinggi bangunan : 35,4 m (setelah restorasi), 42 m (sebelum restorasi);
3)      jumlah batu (batu andesit) : 55.000 m3 (2.000.000 juta balok batu);
4)      jumlah stupa : 1 stupa induk,  72 stupa berterawang;
5)      stupa induk bergaris tengah : 9,9 m;
6)      tinggi stupa induk sampai bagian bawah : 7 m;
7)      jumlah bidang relief : 1.460 bidang (± 2,3 km sampai 3 km);
8)      jumlah patung Budha : 504 buah;
9)      tinggi patung Budha : 1,5 m.


0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan tanpa ada unsur SARA. Sobat juga dipersilahkan meninggalkan link sobat sesudah menuliskan komentar mengenai postingan ini. Jangan lupa tekan Ctl+D untuk bookmark blog ini.

 
TOP